Tampilkan postingan dengan label Database Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Database Pertanian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Indonesia Terancam Krisis Pangan

Liputan6.com, Banten: Para pengamat pertanian memperkirakan, Indonesia terancam krisis pangan. Hal itu terlihat di beberapa daerah, ribuan hektare sawah gagal panen karena banjir dan serangan hama.

Salah satunya dari pantauan SCTV, Jumat (4/3), adalah sawah di Kragilan Tanara dan Tirtayasa, Banten. Para petani setempat harus mengurut dada, pasalnya hujan yang terus mengguyur membuat ratusan hektare sawah di situ kebanjiran. Alhasil, tanamannya harus dipanen lebih cepat.

Senin, 04 April 2011

Harus Perkuat Ketahanan Pangan

Liputan6.com, Manado: Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengingatkan sejumlah daerah untuk memperhatikan kemandirian pangan seiring dengan ancaman pemanasan global. "Perkuat ketahanan pangan sehingga ancaman rawan pangan bisa diantisipasi sedini mungkin," kata Agung saat Musda Kosgoro 1957 Sulut di Manado, Ahad (13/3).

Daerah harus memperhatikan diversifikasi tanaman pangan, terutama yang menjadi kebutuhan utama konsumsi sehari-hari masyarakat. Menurutnya, sejumlah negara yang turut mengimpor beras ke Indonesia, seperti Thailand dan Vietman, mulai membatasi pengiriman ke Indonesia, karena mereka juga turut menjaga ketahanan pangan yang ada.

Sabtu, 02 April 2011

Hatta: Ketahanan Pangan Masalah Hidup Mati

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa pembangunan sektor agraria dan energi menjadi mata rantai penting dalam ketahanan pangan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup bangsa.

"Ketahanan pangan dan energi adalah masalah hidup mati bangsa ini, jadi kita tak bisa setengah setengah membangun sektor agraria dan energi," kata Hatta saat meresmikan pembukaan Agrinex Expo bertajuk "Agribusiness for Prosperity" di JCC Senayan, Jakarta, Jumat.

Rabu, 30 Maret 2011

Menteri Suswono Batasi Impor Daging

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pertanian akan mengoptimalkan pasokan dari peternak lokal untuk mencukupi kebutuhan daging dalam negeri. Pemerintah akan mengurangi jumlah impor daging hingga tinggal seperempat dari kebutuhan nasional. "Bahkan, kalau bisa kita swasembada daging," kata Menteri Pertanian Suswono di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian di Jakarta, Rabu (6/4).
Tahun ini Kementerian menargetkan impor daging hingga 72 ribu ton. Sampai saat ini daging impor yang masuk mencapai 26 ribu ton. Suswono akan mengontrol agar impor tak berlebihan di bulan awal sehingga akan mengganggu pasokan. "Kami akan mengevaluasi setiap tiga bulan. Kami berharap pasokan dalam negeri terus meningkat sehingga kita bisa mengurangi impor," ujarnya.