Tampilkan postingan dengan label RISTEK - Riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RISTEK - Riset. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2011

PERMOHONAN MAAF

Surakarta, 1 Juli 2011

Kepada Yth
Peserta NSYC
Di tempat


Dengan Hormat,

Dengan ini kami selaku panitia acara NSYC ingin menyatakan
permohonan maaf yang sebesar -besarnya akan kendala teknis yang
terjadi dan tanpa bermaksud untuk mencari keuntungan yang disengaja
hingga menyebabkan kami terpaksa menggundurkan agenda National Youth Scientific Competition of Agriculture Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. 
Informasi lebih lanjut akan kami kirim via email atau sms. 

Demikian surat permohonan ini dibuat atas perhatian dan kerjasamanya
kami mengucapkan terima kasih.




Hormat Kami,

NSYC

Sabtu, 02 April 2011

Hatta: Ketahanan Pangan Masalah Hidup Mati

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa pembangunan sektor agraria dan energi menjadi mata rantai penting dalam ketahanan pangan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup bangsa.

"Ketahanan pangan dan energi adalah masalah hidup mati bangsa ini, jadi kita tak bisa setengah setengah membangun sektor agraria dan energi," kata Hatta saat meresmikan pembukaan Agrinex Expo bertajuk "Agribusiness for Prosperity" di JCC Senayan, Jakarta, Jumat.

Jumat, 01 April 2011

RI-AS Kerja Sama Ketahanan Pangan

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat (AS) sepakat melakukan kerja sama ketahanan pangan.


Isu ketahanan pangan menjadi menarik setelah harga- harga pangan di tingkat global melonjak naik. Kedua negara dinilai memiliki kesempatan yang bagus untuk menjaga kestabilan pangan. Wakil Menteri Pertanian AS Michael Scouse mengatakan, kesempatan menjaga stabilitas harga pangan tersebut baik untuk kepentingan kedua negara maupun dunia.“Kita juga bicara tentang investasi dan teknologi baru di bidang pertanian,”kata Scouse di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta kemarin.

Rabu, 30 Maret 2011

Menteri Suswono Batasi Impor Daging

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pertanian akan mengoptimalkan pasokan dari peternak lokal untuk mencukupi kebutuhan daging dalam negeri. Pemerintah akan mengurangi jumlah impor daging hingga tinggal seperempat dari kebutuhan nasional. "Bahkan, kalau bisa kita swasembada daging," kata Menteri Pertanian Suswono di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian di Jakarta, Rabu (6/4).
Tahun ini Kementerian menargetkan impor daging hingga 72 ribu ton. Sampai saat ini daging impor yang masuk mencapai 26 ribu ton. Suswono akan mengontrol agar impor tak berlebihan di bulan awal sehingga akan mengganggu pasokan. "Kami akan mengevaluasi setiap tiga bulan. Kami berharap pasokan dalam negeri terus meningkat sehingga kita bisa mengurangi impor," ujarnya.

Senin, 28 Maret 2011

Kelengkeng untuk Ketahanan Pangan


KOMPAS.com - Berawal dari kegelisahan karena sedikitnya buah-buahan lokal yang berkualitas baik, Roesdiyanto merintis tempat pembibitan kelengkeng dataran rendah di Cirebon, Jawa Barat. Sekalipun bibit itu berasal dari luar negeri, dia meyakini Indonesia mampu mengembangkan buah-buahan dengan kualitas setara impor.
Pada lahan bekas tebu di Desa Karangwareng, Kecamatan Karangwareng, Cirebon, keyakinan itu dia pertaruhkan. Tahun 2004 dia membeli 2 hektar lahan seharga Rp 120 juta di area persawahan yang didominasi tebu dan padi. Ia ingin mengembangkan bibit kelengkeng yang diperoleh dari kenalan di Majalengka dan Jakarta.
Upayanya tak mulus. ”Banyak orang mencela dan tak percaya kelengkeng bisa tumbuh di Cirebon yang tergolong dataran rendah. Padahal, ada kelengkeng jenis dataran rendah yang cepat berbuah, bahkan berbuah sepanjang tahun,” kata Roesdiyanto, awal Maret lalu.